Desa Ubud adalah sebuah desa tradisional melingkupi 13 Banjar (kelompok masyarakat) dan 6 desa adat. Terletak di Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar dan sekitar 20 km dari Kota Denpasar. Desa Ubud dapat dicapai dalam waktu 30 menit atau 15 menit dari Kota Gianyar dan tempat ini terletak di dataran tinggi sekitar 300 meter di atas permukaan laut. Ubud dikelilingi oleh suhu yang baik dibandingkan dengan daerah lain di Bali dimana suhu relatif dingin yang ideal untuk semua orang untuk tinggal di tempat yang indah ini. Desa ini ditempati 9,800 penduduk yang kebanyakan dari mereka menganut Hindu. Mereka mampu menjaga lingkungan dengan cara alami sehingga tempat ini biasanya digunakan oleh banyak wisatawan / orang / aktor untuk mendapatkan inspirasi seni.
Jalan Raya Ubud (Jalan Raya berarti jalan utama), yang menjalankan timur-barat melalui pusat kota. Dua jalan lama, Jalan Jalan Monkey Forest dan Hanoman. Puri Saren Agung adalah sebuah istana besar yang terletak di persimpangan Monkey Forest dan jalan Raya Ubud. Rumah Tjokorda Gede Agung Sukawati (1910-1978), raja "terakhir" Ubud, sekarang ditempati oleh keturunannya dan juga terdapat tarian yang diadakan di halaman tersebut. Istana ini juga merupakan salah satu hotel pertama di Ubudpada tahun 1930-an.
Pusat Seni
Jalan Raya Ubud (Jalan Raya berarti jalan utama), yang menjalankan timur-barat melalui pusat kota. Dua jalan lama, Jalan Jalan Monkey Forest dan Hanoman. Puri Saren Agung adalah sebuah istana besar yang terletak di persimpangan Monkey Forest dan jalan Raya Ubud. Rumah Tjokorda Gede Agung Sukawati (1910-1978), raja "terakhir" Ubud, sekarang ditempati oleh keturunannya dan juga terdapat tarian yang diadakan di halaman tersebut. Istana ini juga merupakan salah satu hotel pertama di Ubudpada tahun 1930-an.
Pusat Seni
Terinspirasi oleh keindahan sawah-sawah hijau, gunung-gunung dan festival Bali penuh warna, koloni artistik elit yang dimulai pada tahun 1930 dengan pelukis Eropa terkemuka, penulis dan musisi kini telah tumbuh menjadi pusat seni yang berkembang, semakin banyak menarik pengunjung. Ubud juga merupakan pusat kerajinan berkembang. Sekitar Ubud desa-desa sekitarnya seperti Camphuan, Penestanan, Peliatan dan Batuan mengkhususkan diri dalam kerajinan ukiran kayu yang dijual di seluruh pulau. Ada ratusan toko yang menjual barang antik, ukiran kayu, kerajinan, tekstil, lukisan dan perhiasan serta beberapa museum seni terbaik di negeri ini, puluhan studio seni, kerajinan yang sangat baik pasar lokal, dan menjual galeri seni lokal dan internasional.
Peran Ubud sebagai pusat budaya Bali menjadikannya tempat yang sempurna untuk melihat tarian tradisional Bali dan drama. Dari awal tahun 1920 keluarga kerajaan memastikan bahwa guru yang paling berbakat dari tari, musik dan drama dibawa ke Ubud untuk menghibur Raja dan menyampaikan pengetahuan mereka. Seperti tarian Legong, Ramayana, Baris, Kecak dan Sanghyang (tarian api) dilakukan malam hari di desa Bona, hanya 15 menit berkendara dari Ubud. penari Bali yang paling berhasil, musisi, pelukis dan pemahat tinggal di kawasan seluas 10 kilometer persegi ini.
Hindu Bali tetap kuat di Ubud dibandingkan tempat lain di Bali, upacara kremasi atau perayaan lainnya. Hindu Bali yang berbeda dari India menyerap animisme pra-Hindu Bali nenek moyang - terinspirasi oleh keindahan pemandangan yang luar biasa dari Bali - sawah-sawah, gunung, ngarai sungai, desa-desa dan kuil-kuil kuno.
Sacred Monkey Forest Ubud
Kunjungi Ubud Monkey Forest, cagar alam populer dengan penduduk lokal dan wisatawan. Dihuni oleh monyet-monyet liar yang akan mencuri kamera, pisang, tas tangan, rambut palsu, dll. Monyet nakal ini memberikan banyak hiburan. Jalan-jalan setapak berkelok-kelok mengarah ke tempat-tempat menarik seperti candi dikelilingi oleh hutan kuno. Dari alun-alun terdapat sebuah jembatan batu melengkung yang mengarah kepada patung Dewa berkepala gajah Ganesha yang menghadap ke sebuah kolam dimana ikan koi berenang di kakinya.
Hindu Bali tetap kuat di Ubud dibandingkan tempat lain di Bali, upacara kremasi atau perayaan lainnya. Hindu Bali yang berbeda dari India menyerap animisme pra-Hindu Bali nenek moyang - terinspirasi oleh keindahan pemandangan yang luar biasa dari Bali - sawah-sawah, gunung, ngarai sungai, desa-desa dan kuil-kuil kuno.
Sacred Monkey Forest Ubud
Kunjungi Ubud Monkey Forest, cagar alam populer dengan penduduk lokal dan wisatawan. Dihuni oleh monyet-monyet liar yang akan mencuri kamera, pisang, tas tangan, rambut palsu, dll. Monyet nakal ini memberikan banyak hiburan. Jalan-jalan setapak berkelok-kelok mengarah ke tempat-tempat menarik seperti candi dikelilingi oleh hutan kuno. Dari alun-alun terdapat sebuah jembatan batu melengkung yang mengarah kepada patung Dewa berkepala gajah Ganesha yang menghadap ke sebuah kolam dimana ikan koi berenang di kakinya.
Lat: -8.50329
Long: 115.26698



